Akibat pelaksanaan tanam paksa

Diposting oleh I KOMANG GEDE YULIANA pada 12:51, 17-Peb-13

Di: Sejarah

Ternyata dalam praktiknya menyimpang. Hal ini membawa akibat yang sangat berat bagi rakyak indonesia. Seperti ; 1. Akibat tanah terbengkalai, panen gagal. 2. Kemiskinan, 3. Kemelaratan, 4. Wabah penyakit, 5. Kematian. daerah yang paling banyak yang mengalami penderitaan ini adalah demak, purwodadi, dan priangan. Sedangkan bagi belanda mendatangkan ke untungan yang melimpah. Berjuta-juta golden uang mengalir ke negeri belanda sehingga dapat digunakan untuk; 1. Mengisi kekosongan kas negara, 2. Melunasi hutang, 3. Membuat jalan kereta api dan pelabuhan, dan 4. Membangun pusat perindustrian. kerja paksa sering disebut kerje sodi.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

5 tanggapan untuk "Akibat pelaksanaan tanam paksa"

wahyu janaka pada 02:12, 03-Okt-14

pintar

wahyu janaka pada 02:12, 03-Okt-14

pintar

zhalika r pada 04:53, 23-Jan-15

Apa akibat dari pelaksanaan tanam paksa

mezya pada 04:43, 10-Mei-15

Apa akibat tanam paksa

I KOMANG GEDE YULIANA pada 11:48, 15-Mei-15

Dampak
Dalam bidang pertanian

Cultuurstelsel menandai dimulainya penanaman tanaman komoditi pendatang di Indonesia secara luas. Kopi dan teh, yang semula hanya ditanam untuk kepentingan keindahan taman mulai dikembangkan secara luas. Tebu, yang merupakan tanaman asli, menjadi populer pula setelah sebelumnya, pada masa VOC, perkebunan hanya berkisar pada tanaman "tradisional" penghasil rempah-rempah seperti lada, pala, dan cengkeh. Kepentingan peningkatan hasil dan kelaparan yang melanda Jawa akibat merosotnya produksi beras meningkatkan kesadaran pemerintah koloni akan perlunya penelitian untuk meningkatkan hasil komoditi pertanian, dan secara umum peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian. Walaupun demikian, baru setelah pelaksanaan UU Agraria 1870 kegiatan penelitian pertanian dilakukan secara serius.
Dalam bidang sosial

Dalam bidang pertanian, khususnya dalam struktur agraris tidak mengakibatkan adanya perbedaan antara majikan dan petani kecil penggarap sebagai budak, melainkan terjadinya homogenitas sosial dan ekonomi yang berprinsip pada pemerataan dalam pembagian tanah. Ikatan antara penduduk dan desanya semakin kuat hal ini malahan menghambat perkembangan desa itu sendiri. Hal ini terjadi karena penduduk lebih senang tinggal di desanya, mengakibatkan terjadinya keterbelakangan dan kurangnya wawasan untuk perkembangan kehidupan penduduknya.
Dalam bidang ekonomi

Dengan adanya tanam paksa tersebut menyebabkan pekerja mengenal sistem upah yang sebelumnya tidak dikenal oleh penduduk, mereka lebih mengutamakan sistem kerjasama dan gotongroyong terutama tampak di kota-kota pelabuhan maupun di pabrik-pabrik gula. Dalam pelaksanaan tanam paksa, penduduk desa diharuskan menyerahkan sebagian tanah pertaniannya untuk ditanami tanaman eksport, sehingga banyak terjadi sewa menyewa tanah milik penduduk dengan pemerintah kolonial secara paksa. Dengan demikian hasil produksi tanaman eksport bertambah,mengakibatkan perkebunan-perkebunan swasta tergiur untuk ikut menguasai pertanian di Indonesia di kemudian hari.

Akibat lain dari adanya tanam paksa ini adalah timbulnya “kerja rodi” yaitu suatu kerja paksa bagi penduduk tanpa diberi upah yang layak, menyebabkan bertambahnya kesengsaraan bagi pekerja. Kerja rodi oleh pemerintah kolonial berupa pembangunan-pembangunan seperti; jalan-jalan raya, jembatan, waduk, rumah-rumah pesanggrahan untuk pegawai pemerintah kolonial, dan benteng-benteng untuk tentara kolonial. Di samping itu, penduduk desa se tempat diwajibkan memelihara dan mengurus gedung-gedung pemerintah, mengangkut surat-surat, barang-barang dan sebagainya. Dengan demikian penduduk dikerahkan melakukan berbagai macam pekerjaan untuk kepentingan pribadi pegawai-pegawai kolonial dan kepala-kepala desa itu sendiri.

Sumber : @Wikipedia

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)